Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2013

Menelusuri Cengkeh, Catatan Perjalanan (4)

Gambar
050913, Manado Hari ini aku terbangun sejak pukul 4 pagi. Tubuhku menggigil. Aku menghidupkan laptop, dan mengkonversi file video. Konversi file video dari format mts ke mpeg1, yang nanti akan kuolah lagi ke format avi, untuk kemudian baru melakukan editing gambar. Tapi rupanya jarum jam terus bergerak menuju angka 9, dan semua konversi belum seluruhnya selesai. Saatnya aku sudah harus turun ke resepsionst, check out. Segelas teh panas telah kuteguk beberapa kali. Segelas teh panas yang sudah kusiapkan sebelum aku pergi ke kamar mandi, bermanja-manja dengan air pancuran yang hangat. Sesekali aku melihat ke luar melalui jendela kaca. Laut, Gunung Lokon yang hampir tiap seminggu sekali batuk, kemudian hamparan bangunan-bangunan rumah dan gereja di Manado. Matahari sangat cerah. Tidak ada agenda lain, kecuali kembali datang ke rumah Koh Shiong Hoo dan ke Gudang Pembelian Djarum. Di rumah Koh Shiong Hoo, aku mengambil gambar mengenai proses seleksi cengkeh. Pemilihan cengkeh-cengkeh ...

Menelusuri Cengkeh, Catatan Perjalanan (3)

Gambar
040913, Manado Pagi ini kami akan memulai kegiatan pada jam 9, dengan agenda: pengambilan gambar di kebun cengkeh HPI di Minahasa. Pak Edi Mulyo, accounting departement head dari Hartono Plantation Indonesia (HPI). Sudah siap di tempat parkir. Ia tidak bisa menemui kami di lobby hotel karena parkiran penuh. Seperti hari kemarin, jarak yang jauh dengan jalan naik dan penuh kelok, kami menuju perkebunan cengkeh HPI di Minahasa dalam waktu lebih dari 2 jam. Hari ini aku lebih bisa menikmati perjalanan ketimbang sebelumnya. Keluar dari Tomohon, setelah membeli beberapa minuman botol dan kaleng, juga vitamin, kami memasuki Perkampungan Minahasa yang masih asli. Rumah-rumah panggung tertata rapi di kanan-kiri jalan yang kami lalui. Jalan beraspal yang tak begitu lebar namun mulus, mengiringkan kami menyusuri kampung Minahasa dengan bangunan-bangunan gereja di sana-sini. Di ujung jalan, di sudut kelokan, gereja dengan berbagai bentuk arsitektur yang megah. Ah, Manado, kota bunga den...

Menelusuri Cengkeh, Catatan Perjalanan (2)

Gambar
030913, Manado Ketiduran di kamar mandi. Huft...dan aku menyesal telah terbangun. Tertidur di kamar mandi, dengan irama gemericik air, dengan pijatan jari-jari air yang hangat ke punggungku, betapa menentramkan. Rasa lelah bisa kulupakan. Tapi begitu terbangun, ah, mengapa harus bangun. Tidur di kamar mandi bersama air sepanjang malam, tak ada bedanya dengan tidur di atas ranjang empuk bersama rasa sepi, karena tak bakal ada yang menemani. Tak sarapan, aku berangkat menuju Kantor DSO, bersama Pak Mulyo dari HPI yang akan menemani kami sehari ini. Tentu bersama ASW dan CH juga, dalam satu mobil. Aku duduk di depan. Aku kembali mengambil gambar beberapa aktivitas yang ada di gudang pembelian, melengkapi video-video kemarin. Lalu jam 10-an, kami meluncur ke rumah Koh Shiong Hoo, tuan tanah dan raja cengkeh di tanah Minahasa ini. Shiong Hoo menjalankan bisnis cengkeh dari turun-temurun keluarganya. Ia membeli cengkeh dari para petani, dan ia juga memanen cengkeh dari kebunnya yang ...

Menelusuri Cengkeh, Catatan Perjalanan (1)

Gambar
020913, Manado Tepat jam 5, sebuah sedan camry berhenti di depan rumah. Lalu jam 6 lebih, aku tiba di bandara Ahmad Yani, Semarang. Menuju pojokan, dan masuk ke Semarang Cafe untuk minum secangkir kopi hitam. Dia masih menyinariku, seperti matahari yang tak pernah lelah. Dia masih menyemangatiku, dengan kasihnya. Dia tahu, semalaman aku hilang bentuk remuk, dirajam kerikil kehidupan. Dan dia memastikan Tuhan menyertaiku lewat doa-doanya yang mendamaikan jiwaku. Penerbanganku ke Manado, tidak bisa langsung dari Semarang. Aku harus terbang ke Jakarta dulu, baru kemudian berpindah ke pesawat lainnya menuju Manado. 7:40 meninggalkan Semarang, dan nanti di 11:00 meninggalkan Soekarno-Hatta Jakarta. Tiga jam lebih beberapa menit, Garuda dengan nomor penerbangan GA600 mendarat mulus di Bandara Sam Ratulangi, Manado. Ini perjalanan terjauh pertama dalam hidupku selama ini. Beberapa kali melewati cuaca buruk di tengah langit yang kelabu, sampai entah berapa kali. Aku tidak tahu betul, ...