Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

Epilog

-bersama Ibe Jika dekat itu ukurannya jarak Sesungguhnya kita semua berjarak Tetapi dekat adalah ungkapan rasa Menjadikannya terasa selalu ada Juga tentang makna kehilangan Itu pun tak ada dalam kamus kehidupan Kita semualah yang justru mendapatkan Sebentuk kasih-indah mencerahkan Bahwa kasih telah dilahirkan Bahwa kasih telah didewasakan Bahwa kasih telah diperjuangkan Bahwa kasihlah yang membawa kita Kepada kehidupan baru yang kekal Ada dan tiada, Semua adalah kehendak Bapa. Ada atau tiada, Tinggal bagaimana kita memaknainya. Jika dalam hidupnya membuat kita bahagia Maka bahagiakanlah ia di dalam hidup kita Hingga bagi kita, dia ada selama-lamanya. Kudus, 27 Nov 2014

Ibu

Gurat senyum yang tercipta dari doa-doamu sejak semula Selalu menggetarkan nurani kami untuk lebih memahami Mengapa engkau punya begitu banyak cinta di dalam rumah Mengapa engkau punya begitu banyak kasih di dalam hidup Engkau selalu menjadi arah ketika kami hendak terhempas Jika ada tempat berpulang, untuk sebuah rasa damai Ketika usai berperang dengan ego pribadi dan habis lunglai Engkaulah Ibu, di hatimu kami selalu kembali Hati yang selalu menularkan daya juang hidup kami Setiap kalah, gagal atau malu di wajah kami anak-anakmu Kau usap dengan hati penuh asih, teduh kata dan senyumanmu Pun bila tangan kami memetik kemenangan dan keberhasilan Kau menyempurnakannya dengan doa syukur dalam pelukan Ibu, Engkau seperti bumi, menerima segalanya dengan sukacita Hingga sulit bagi kami menemukanmu tengah berduka Seperti pagi dengan bunga, seperti senja dengan warna jingga Engkau sederhana, tetapi berkemilau cahaya di dalam jiwa Jika ada azimat am...

Kepak Sayap Terbang Papat

Gambar
A documentary Script KEPAK SAYAP TERBANG PAPAT By Asa Jatmiko Sc 1. EXT             MELONTARKAN PERTANYAAN “TAHUKAH ANDA TENTANG KESENIAN TERBANG PAPAT”, KEPADA: a.        Siswa SMP b.       Mahasiswa c.        Ibu pedagang kaki lima FADE OUT Sc 2. TEXT Syahdan, kesenian Terbang Papat sudah ada semenjak Belanda menjajah bangsa ini di tahun 1936. Masih terus digali siapa yang menciptakan, atau membawanya ke Kota Kretek ini untuk pertama kali. Perkembangannya mengalami pasang surut hingga kini. Geliatnya kembali muncul manakala Pengurus Masjid Agung Kudus memprakarsai kegiatan pemecahan rekor MURI untuk Tabuh Terbang Papat Terlama, yakni 87 jam. Berlangsung selama 5 hari, pada 15 - 19 Juli 2012. Melibatkan 130 kelompok dari 9 kecamatan di Kudus. Kudus dengan berbagai potensi kreatif y...