Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2013

Kisah dari Secangkir Kopi

Gambar
Sore itu kami berlima menghabiskan ujung hari di sebuah coffee-shop . Setelah memesan jenis kopi yang kami inginkan, kami sepakat mengambil tempat duduk di teras depan, dimana kami bisa duduk santai dan memandang langit bebas, dengan taman yang di situ berdiri sebuah tugu identitas kota ini. Tugu yang sudah lama berdiri sebelum coffee-shop ini ada. Sore itu adalah pertemuan syukur kawanku membeli sebuah mobil baru. Soal sore, teras, taman, tugu, juga soal mobil baru, sementara ini tidak terlalu penting untuk diceritakan. Tetapi perbincangan bebas yang kemudian mengangkasa tentang sore, taman, tugu juga soal mobil baru itu, diam-diam diikat dan diangkat oleh kehangatan secangkir kopi di hadapan kami. Perbincangan meretas batas dari secangkir kopi. Ada apa dengan kopi? Saya yakin dia punya segudang cerita, mengapa sebagaian besar umat manusia begitu menyukainya, termasuk kami berlima di sore itu. Apa itu Kopi? Kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan eks...

Membumikan Idealisme di Padang Pragmatisme

Oleh. Asa Jatmiko Setiap darah mahasiswa sudah seharusnya memiliki idealisme. Bahkan setinggi-tingginya. Sebagai insan yang hadir dengan membawa energi dan pemikiran baru, seharusnyalah dari situ, memunculkan pemikiran-pemikiran idealimenya bagi masyarakatnya. Jika tidak demikian, untuk apa mengenal dan memahami banyak ilmu pengetahuan, teknologi dan penemuan-penemuan baru. Di situlah perannya sebagai agen perubahan menjadi sangat diniscayakan. Sebaliknya, pragmatisme yang melanda banyak pemikiran di batok kepala anak-anak bangsa sekarang, merupakan sikap yang perlu mendapatkan pemahaman baru. Tingkat pragmatisme yang tetap diluruskan, diseiringkan, diarahkan kepada cita-cita idealisme yang ada. Pragmatisme bukanlah sikap negatif, apabila kita memanfaatkannya sebagai parang untuk membabat persoalan kritis pada hari ini. Dan hal tersebut akan semakin baik ketika pragmatisme menjadi sikap yang tidak berlawanan arah atau bahkan menciderai cita-cita idealisme. Johan Silalahi yang j...

Bank Mandiri Bank Terbaik di Indonesia

Gambar
Oleh. Asa Jatmiko Mengapa kita memilih Bank Mandiri sebagai bank pilihan kita? Menentukan pilihan bank mana yang bisa kita andalkan dan kita percayai sebagai partner dalam kehidupan finansial kita, merupakan memontum yang sangat penting. Di era Indonesia sekarang ini, dimana bank-bank bertumbuh dan berkembang secara pesat, tentu untuk menentukan pilihan tersebut bagi kita semakin sulit. Bukan hal mudah, karena semua bank datang dan menawarkan banyak sekali pilihan berikut kelebihan-kelebihannya. Akan tetapi ada satu hal penting yang harus kita ingat apabila kita hendak menentukan bank apa yang akan menjadi pilihan kita. Ialah kredibilitas, yang dilahirkan dari perusahaan yang memiliki komitment tinggi menerapkan tata kelola perusahaan yang sehat. Dan apa yang membuat Bank Mandiri Bank Terbaik di Indonesia, memiliki hal tersebut, di antara sekian banyak alasan yang ada. Dan kredibilitas yang terbangun tersebut bisa dibuktikan dengan banyaknya pengakuan dan penghargaan yang diber...

Coretan Pakansi

Gambar
Oleh. Asa Jatmiko Liburan menjadi waktu yang aku tunggu-tunggu. Bagaimana denganmu? Aku menunggunya karena waktu itulah kesempatan bagiku untuk memberikan total seluruh waktuku bersama orang-orang yang aku cintai. Menghabiskan waktu bersama keluarga. Dan itu selalu menjadi cita-cita di sepanjang hari-hari kerja, saat melakukan aktivitas formal, rutin, saat aku merasa diri tenggelam dalam pusaran target-target, sukses dan gagal sebuah rencana. Di saat liburan, semua pikiran dan tanggungjawab untuk itu tidak ada. Yang ada hanya pikiran dan perasaan untuk saling berbagi keceriaan bersama. Ada keinginan untuk memanjakan diri. Ada kerinduan untuk melindungi yang lain. Ada niatan untuk membantu kesulitan orang lain. Aku rasa, itu layaknya sebuah tim yang sudah solid dan tercipta semenjak mula oleh Sang Kuasa. Keluarga menjadi pusat segala ekspresi: humaniora, kreativitas, religiousitas dan juga cinta sejati. Liburan menjadi satu rentang waktu untuk menyegarkan kembali akan hal ters...

Batik, Warisan dan Identitas Budaya yang Kian Trendi

Gambar
Oleh. Asa Jatmiko Kesan Pertama Tua dan Kuno Kesan pertama saya pada semua hal yang menyangkut batik adalah tua dan kuno. Kalau saya melihat ke belakang, keakraban saya dengan dengan batik belumlah terlalu lama. Baru beberapa tahun yang lalu. Hal ini barangkali disebabkan oleh pencitraan batik yang selama ini saya kenal, di antaranya dari orang tua saya dan orang-orang tua di lingkungan saya. Mereka memang identik dengan batik , terlebih ketika akan menghadiri sebuah perayaan atau upacara adat tertentu seperti: pernikahan, berkunjung ke tetangga atau saudara hingga pertemuan-pertemuan formal di lingkungan keluarahan atau desa, kecamatan, sekolah, dan semacamnya. Batik itu tua dan kuno, karena setahu saya pada mulanya batik lekat dengan mereka para orang tua. Sementara saya, tidak ingin melabeli diri sebagai seorang yang tua dan kuno. Maka ketika datang sebuah keharusan untuk memakai batik untuk sebuah acara keluarga, suatu ketika oleh istri saya, saya menolaknya. Saya ma...