Surat Cinta untuk Saudara Tua
SURAT CINTA UNTUK SAUDARA TUA Kau terlebih dulu ada Sebagai saudara tua yang setia Kau terlebih dulu berada di sini Siang malam diam-diam menanti Matahari dan Bintang menemani Hingga bunga-bungamu bermekaran Menjadi buah-buah yang ranum Dan tersaji pada saatnya nanti “Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji.” Kau terlebih dulu bangun dan beranjak ke dapur Membuka katup-katup klorofil, sepagi itu tungku-tungku menyala “Aku tidak ingin melewatkan peristiwa-peristiwa penting, Saat nanti berjumpa denganmu, Saat kamu berkisah tentang perjalananmu yang melelahkan, Saat oku mendengar kemenangan-kemenanganmu.” Ah, aku tidaklah sehebat yang kau sangka Hidupku melata, selalu di bawah dan tak berjarak dengan tanah Terperosok dalam gelap sejak tahun-tahun pertama Tapi kau baik luar biasa Tetap menerimaku sebagai saudara Kau menyuapi bibirku yang berdara...