Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Satu Muara

Asa Jatmiko SATU MUARA Serayu - Klawing Karena kekalahan pun menuntut bebungah maka biar pun aku sudah tak sanggup lagi melangkah aku persembahkan jiwaku menjadi lingga di sini agar kamu tahu, tak ada lagi dendamku kepadamu Akhirnya aku berbelok dan bertaut di lembah ini memilih yonni yang rimbun oleh waru-waru doyong muara penenang anak cucu kita, berabad selanjutnya biar pun sesudah ini aku hanya tugu datanglah kemari setiap saat kalian punya rindu Kang, kemenangan pun butuh diluruhkan aku wanodya yang ingin kau tegak bagai tugu kubawakan kemenanganku dalam kekalahanmu di sini, kita mesti berhenti beradu dan bertikai mengalirlah bersama menuju satu muara 2020

Anak Serayu Ibu

Asa Jatmiko ANAK SERAYU IBU Cah, semalam di pedangan aku mendengar suara kemleset seperti suara air melewati daun-daun rumput yang menuju blumbang tapi sepertinya bukan air tubuhnya licin melata di antara gendhéng dan empyan sesekali terdengar kemretak lalu tak terdengar lagi sesaat sebelum subuh Cah, sudah tidurkah kamu? kamu dengarkah suara dari balik gunung meraung-raung sepanjang hari? berhentilah pegang hape nonton tivi sebaiknya lekaslah kamu pergi Biyung, sebenarnya aku tak akan pulang sebelum membawa serantang kisah masa depan tapi malam iniaku terpaksa kembali rumah kita blabur ular berbisa penuh belet di seluruh ruang dan tiap sudutnya. Biyung, kamu mengungsi kemana? 2020

Agni Prajnaparamita

Asa Jatmiko AGNI PRAJNAPARAMITA bumi di sudut sunyi pijar sukma jari-jemarinya doa agni prajnaparamita terlukis cahaya selembar hidup, terang tanpa cela hamparan putih nan sederhana yang merangkum keluasan semesta sebagaimana awalnya kamu ada jiwamu jagat kecil yang sempurna namamu adalah legenda puncak peradaban atas kehidupanmu menulis urup menjadi urip titik demi titik dalam gairah cinta menjadikan urip yang urup garis demi garis merangkai kisah aku tahu, tentu hidup tak semudah kita bicara gelegak kehendak yang terendam dalam canting tembaga harus selaras dengan arah cinta dan kerinduan melukis keindahan sebagai cahaya penuh warna hati dan kebajikan meneduhkan matamu mengarahkan jari-jemarimu di setiap goresan aku tahu, perjalanan hidup selalu tak sempurna namun kita selalu berusaha menjangkau adi kodrati hingga elok nan indah lembaran hidup dan kisah yang tergelar di selembar kain mori kehidupan awal yang sekalig...

Sembilan Puisi

Asa Jatmiko Sembilan Puisi SATU Mata yang binar dan mata berairmata Mengisyaratkan satu nilai yang sama: aku istimewa, dan kamulah bintangnya. DUA Kamu tak perlu menjadi malaikat. Buatku kamu sudah malaikatku yang memeluk kita dengan hangat. TIGA Bulan, dekatlah bulan Biar kudekap dan resahmu lenyap. EMPAT Hujan, kamu ditunggu romantisnya. LIMA Kadang aku bertanya untuk apa berdoa. Tuhan tahu apa yang kuminta. Kadang aku berdoa hanya untuk memastikan hati Tuhan tak pernah meninggalkan. ENAM Kutunggu kamu, dan kutemani Kita akan berkarya bersama lagi. TUJUH Aku ingin menulis panjang tentang desahmu di dadaku semalam Aku ingin ada bersamamu, sedekat nafasmu bernyanyi dan berdoa seirama detak jantung. Aku ingin menulis panjang tentang semua keinginan membahagiakan. Aku ingin berabad-abad menulis panjang hanya tentang satu cinta dan kebahagiaan. DELAPAN ...

Pamflet Kretek

Asa Jatmiko PAMFLET KRETEK Kita telah mendengar bunyi kemretek Dari batang demi batang rokok kretek kita Di telinga. Berabad-abad lamanya Dan kita masih tak berdaya untuk lantang bersuara Ratusan ribu hektar ladang tembakau digusur Diganti lamtoro, ketela, jagung dan sayur-mayur Atas nama swasembada pangan dan kemakmuran Sementara harga-harga sembako semakin tinggi Tembakau yang berakar di tanah para petani Dibiarkan terlantar dan mati Karena harus menanam apa yang mereka tidak mengerti Bagi para petani, tembakau bagai anaknya sendiri Dimana mereka menghendaki lahir dan hidupnya Dimana mereka susui dengan kasih sayang Dimana mereka paling memahami bagaimana menjaga mandat dan warisan moyang tetap lestari Kita telah mendengar bunyi kemretek Dari batang demi batang rokok kretek kita Dalam setiap perbincangan dan malam sunyi Setiap ingat wajah kekasih yang tengah berjuang Tapi kita masih tak berdaya untuk lantang berkata ...