Dalam Gerbong Kereta
Sajak ini saya bacakan untuk pertama kalinya, pada 25 Agustus 2017, di depan teman-teman dan para santri di Teater Teasa - MA SALAFIYAH, Pati. Kemudian saya bacakan kembali di depan para pemuda OMK serayon Pati pada malam berikutnya (26/8) di Balaibudaya Rejosari. Asa Jatmiko DALAM GERBONG KERETA Kemana saja kita selama ini? Menjadi penyair yang bersajak anggur dan rembulan? Menjadi politisi yang berorasi demi tahta dan mahkota? Menjadi ulama yang berkhotbah atas nama jubah? Menjadi seniman yang tiap hari ke salon untuk rambutnya yang gondrong? Menjadi guru yang selalu lupa mengabsensi muridnya? Menjadi pemuda yang sibuk dengan pacarpacarnya? Kemana saja kita selama ini? Gerbong kereta Indonesia melaju tak terkendali di atas rel yang tak seirama Masinisnya telah mati terbunuh di perempatan reformasi Para kondekturnya mabok di sudutsudut gerbong mereka bergoyang pantura hingga lupa dadanya telah terbuka wudelnya bodong nodong kemanamana mulutnya penuh uang saweran...