Postingan

Kamulah Dia

-ibe hatinya bunga jiwanya bunda wajahnya embun bicaranya satu dia dari sorga dia dari sorga tubuhnya melati matanya matahari pipinya ngangeni dia seorang dewi dia seorang dewi 19022014

Setelah Pengakuan

dadanya telah kembali terasa ringan tiga detik setelah mengaku dosa sesaknya hilang udara berkesiur mengusap dagunya tapi tibatiba mual perutnya di detik berikutnya hingga lama tubuhnya bergetar terguncangguncang ia bakal menerima haknya; - hukuman dan dendadenda tapi ia semakin mencemaskan dirinya tibatiba ia akan kehilangan cinta yang selama ini didekapnya 18022014

Setelah Pengakuan

dadanya telah kembali terasa ringan tiga detik setelah mengaku dosa sesaknya hilang udara berkesiur mengusap dagunya tapi tibatiba mual perutnya di detik berikutnya hingga lama tubuhnya bergetar terguncangguncang ia bakal menerima haknya; - hukuman dan dendadenda tapi ia semakin mencemaskan dirinya tibatiba ia akan kehilangan cinta yang selama ini didekapnya 18022014

Untuk Ia

Karya: Agatha Onnasandevi Ratuwangi Ia Ia yang sekalian kami cintai Dengan suka kami lepaskan Dengan Kristus Ia pulang Juga dengan hujan dilangit menduka Ia Ia yang akan berselimutkan tanah Menjaganya dalam kedamaian Hari esok akan menjadi teman yang ditinggalkan Hari esok menjadi sayap kami untuk terbang tanpanya Ia Ia mencetak cerita berlegenda Ia menjadi bunga indah para teman Ia akan dirindukan tanpa peringatan Kau, Yang punya Kuasa Dekaplah Ia yang disayangi Temani Ia yang berpulang tenang Ia, kami serahkan pada-Mu -Onnasan, 15.feb.14-

Kepergian

buah jeruk yang tergantunggantung telah kucuri di malam lapar aku jarang menyebutmu baik keabadian hanya mengabdi pada dirinya sendiri kau pun larut dan sibuk mengurus administrasi surgamu maka aku mencurinya agar kau sesekali datang padaku. sore ini kau benarbenar datang tetapi untuk pergi ke tempat yang kau sebut abadi sore ini kau benarbenar pergi tetapi tidak untuk kembali kau pergi ke tempat yang kau ingini sore ini aku terjerembab sepi aku pernah bersamamu mengajariku melukis masa depan dan tak pernah kuperhatikan sore ini aku terjerembab sepi kepada siapa aku akan bertanya dimana tempat abadi tempat Kasih sejati bercahaya. 14022014

Untuk Insan Kelud

Karya: Agatha Onnasandevi Ratuwangi Di luar sana saling berbisik timbul nada rintik diam larutkan kota penuh debu isyaratkan ancaman sang alam sekawanan burung masih terbang mencari tolong bagi yang dengar lalu terasa berat dikepaknya abu abu menebal disayapnya mungkin memeluk rasa bersimbuhkan nada duka bermekaran semakin jadi menyeluruh dan memandang mendung diatas sana harap ada yang menyertai walau terpaan itu terus mengejam 14 Februari 2014

Hujan Debu

sungai air mata luber ke jalanjalan kota rembes di kain jarik bunda debu air mata menghujan di kampung halaman menghitam di caping bapa ampunilah kami ampunilah kami tangis ini belum juga berhenti nyusup di antara hujan debu memohon lindunganMU 14022014