Postingan

#3 - Semakin Dalam

Dear Malaikatku, Apa yang kamu harapkan dari membaca tulisanku kali ini? Ingin mendengar keluh-kesahku, atau ingin mengetahui bagaimana aku bergerak dari waktu ke waktu, atau penasaran dengan apa yang aku pikirkan dan rasakan saat ini atau sekedar membaca untuk membunuh waktu? Aku tidak tahu, apa harapanmu yang sesungguhnya. Tetapi, aku mengakui, semua kata-kata yang ada di sini menuju dan berpusat padamu. Awal tahun 1996 sampai hampir setahun, aku berkelana ke Jakarta. Kerja di sebuah developer, PT. Grha Realty Kencana, yang berpusat di Jl. Cikini Raya. Sementara, setiap hari aku kerja dan tidur di dalam kantor cabangnya, di Jl. Letjend Suprapto 50, Cempaka Putih. Di situ aku kerja di kantor, sebagai entah. Kadang diperlakukan sebagai office-boy, kadang dipercaya mengurus surat-surat administratif kantor, kadang ikut mempersiapkan pameran real-estate. Ya, aku kerja di tempat itu sepanjang siang, sementara malam hari tempat itu menjadi rumahku. Dimana aku tidur, sesukanya. Kadang d...

Seperti Bintang

Gambar
Oleh. Asa Jatmiko SEPERTI BINTANG Tak semudah katakata Terkadang hidup begitu gelap terasa Cahaya yang pijar di hatimu Seperti bintang seperti bintang Menuntun langkahku Kembali rasakan hangatnya mentari Dan indahnya kehidupan Bila nanti aku terlupa Ingatkan aku akan indahnya cinta Agar hatiku pun bercahaya Seperti bintang seperti bintang Mengusir gelap Seperti yang pernah kau katakan padaku: Cinta itu menyelamatkan Hatimu bercahaya seperti bintang Hatimu penuh dengan cinta Aku ingin sepertimu seperti bintang Jalani hidup dengan sepenuh cinta. -aj, 2013- Malaikatku yang baik, Sore ini aku ingin menulis tentang kekuatan hati. Sebagaimana yang seringkali kau bisikkan kepadaku, bahwa kehidupan terlalu banyak membuat kita lemah, tetapi satu hal yang harus kita ingat, adalah kita harus kuat menghadapi segalanya. Karena kita tidak bisa memilih, mana yang harus atau tidak harus menimpa kita. Kita juga tidak bisa menawar, apa yang bisa kita hadapi maupun hindar. Ki...

Kisah Setangkai Teratai

Gambar
Oleh. Asa Jatmiko Tiba-tiba aku menuliskan larik-larik puisi, yang akhirnya kuberi judul “Teratai”. Setelah sekian lembar kertas aku habiskan, dan hanya berisi beberapa kalimat gagal, dengan beberapa tema yang berlainan. Aku menemukannya, ketika aku teringat kepada seseorang yang selama ini telah menginspirasiku. Dan kemudian mengalirlah larik-larik puisi “Teratai”, dengan segala kesederhanannya. TERATAI --> tuk seseorang yang banyak menginspirasiku Kau Teratai Mekar indah dan wangi Malam di tepi kolam Bulan bercumbu di bayangmu Kau Pujaan Cahaya dalam gelap malam Air enggan bergelombang Awan dan bintang berpelukan Kau telah membuat semua ini indah Menjadikan cinta ini penuh gairah Aku tak lagi tenggelam Cintamu yang telah menyelamatkan Kau anugrah Jangan bosan dan layu Sebab kau malaikatku Airmata-ku menggenang Bila aku kau tinggalkan. -aj- Puisi di atas, yang kemudian menjadi lagu sederhana (di music player di samping), kemudian memancingku unt...

Kisah dari Secangkir Kopi

Gambar
Sore itu kami berlima menghabiskan ujung hari di sebuah coffee-shop . Setelah memesan jenis kopi yang kami inginkan, kami sepakat mengambil tempat duduk di teras depan, dimana kami bisa duduk santai dan memandang langit bebas, dengan taman yang di situ berdiri sebuah tugu identitas kota ini. Tugu yang sudah lama berdiri sebelum coffee-shop ini ada. Sore itu adalah pertemuan syukur kawanku membeli sebuah mobil baru. Soal sore, teras, taman, tugu, juga soal mobil baru, sementara ini tidak terlalu penting untuk diceritakan. Tetapi perbincangan bebas yang kemudian mengangkasa tentang sore, taman, tugu juga soal mobil baru itu, diam-diam diikat dan diangkat oleh kehangatan secangkir kopi di hadapan kami. Perbincangan meretas batas dari secangkir kopi. Ada apa dengan kopi? Saya yakin dia punya segudang cerita, mengapa sebagaian besar umat manusia begitu menyukainya, termasuk kami berlima di sore itu. Apa itu Kopi? Kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan eks...

Membumikan Idealisme di Padang Pragmatisme

Oleh. Asa Jatmiko Setiap darah mahasiswa sudah seharusnya memiliki idealisme. Bahkan setinggi-tingginya. Sebagai insan yang hadir dengan membawa energi dan pemikiran baru, seharusnyalah dari situ, memunculkan pemikiran-pemikiran idealimenya bagi masyarakatnya. Jika tidak demikian, untuk apa mengenal dan memahami banyak ilmu pengetahuan, teknologi dan penemuan-penemuan baru. Di situlah perannya sebagai agen perubahan menjadi sangat diniscayakan. Sebaliknya, pragmatisme yang melanda banyak pemikiran di batok kepala anak-anak bangsa sekarang, merupakan sikap yang perlu mendapatkan pemahaman baru. Tingkat pragmatisme yang tetap diluruskan, diseiringkan, diarahkan kepada cita-cita idealisme yang ada. Pragmatisme bukanlah sikap negatif, apabila kita memanfaatkannya sebagai parang untuk membabat persoalan kritis pada hari ini. Dan hal tersebut akan semakin baik ketika pragmatisme menjadi sikap yang tidak berlawanan arah atau bahkan menciderai cita-cita idealisme. Johan Silalahi yang j...

Bank Mandiri Bank Terbaik di Indonesia

Gambar
Oleh. Asa Jatmiko Mengapa kita memilih Bank Mandiri sebagai bank pilihan kita? Menentukan pilihan bank mana yang bisa kita andalkan dan kita percayai sebagai partner dalam kehidupan finansial kita, merupakan memontum yang sangat penting. Di era Indonesia sekarang ini, dimana bank-bank bertumbuh dan berkembang secara pesat, tentu untuk menentukan pilihan tersebut bagi kita semakin sulit. Bukan hal mudah, karena semua bank datang dan menawarkan banyak sekali pilihan berikut kelebihan-kelebihannya. Akan tetapi ada satu hal penting yang harus kita ingat apabila kita hendak menentukan bank apa yang akan menjadi pilihan kita. Ialah kredibilitas, yang dilahirkan dari perusahaan yang memiliki komitment tinggi menerapkan tata kelola perusahaan yang sehat. Dan apa yang membuat Bank Mandiri Bank Terbaik di Indonesia, memiliki hal tersebut, di antara sekian banyak alasan yang ada. Dan kredibilitas yang terbangun tersebut bisa dibuktikan dengan banyaknya pengakuan dan penghargaan yang diber...

Coretan Pakansi

Gambar
Oleh. Asa Jatmiko Liburan menjadi waktu yang aku tunggu-tunggu. Bagaimana denganmu? Aku menunggunya karena waktu itulah kesempatan bagiku untuk memberikan total seluruh waktuku bersama orang-orang yang aku cintai. Menghabiskan waktu bersama keluarga. Dan itu selalu menjadi cita-cita di sepanjang hari-hari kerja, saat melakukan aktivitas formal, rutin, saat aku merasa diri tenggelam dalam pusaran target-target, sukses dan gagal sebuah rencana. Di saat liburan, semua pikiran dan tanggungjawab untuk itu tidak ada. Yang ada hanya pikiran dan perasaan untuk saling berbagi keceriaan bersama. Ada keinginan untuk memanjakan diri. Ada kerinduan untuk melindungi yang lain. Ada niatan untuk membantu kesulitan orang lain. Aku rasa, itu layaknya sebuah tim yang sudah solid dan tercipta semenjak mula oleh Sang Kuasa. Keluarga menjadi pusat segala ekspresi: humaniora, kreativitas, religiousitas dan juga cinta sejati. Liburan menjadi satu rentang waktu untuk menyegarkan kembali akan hal ters...